Karya: Bagus Yulianto
Kubawakan
dua ekor angsa
Menjaga
petang melawan hari sunyi
Sosokku
yang akan memudar
Meninggalkanmu
Wahai
pria berantai
Rumah
panggung dinding kayu
Akan
membuatmu nyaman
Menghitung
hari
Menerka-nerka
tantang apa yang kulakukan
Barangkali
dingin malam akan dalam
Menusuk
disela-sela rantai itu
Karatnya
pun akan nyata
Membuat
ruam di antaranya
“Akankah
lama?”
Bukan
masalah waktu, wahai Ra
Dua
angsa itu akan menukar malam
Menjadi
guratan tanganmu yang lena
Tak
menjadi-jadi hingga pagi
Bukankah
itu keinginanmu?
Meraka
mengepak di pagi dan sore hari
Tak
usah kau risau
Cukup
kau perhatikan saja
Tentang
bagaimana mereka datang dan terbang
Membawakan
buah segar
Dari
hutan tanah seberang
Tak
usah risau
Paruh-paruh
itu sudah mereka bersihkan
“Akankah
lama?”
Tentang
hari yang kau tanyakan padaku
Tak
akan membuat hatiku merasa
Memilin-milin
masa yang sudah jadi
Masa
remajaku masih panjang
Dan
masa remajamu sudah berlalu
Akankah
kita sejalan?
“Waktuku
hanya untuk menunggumu”
Tanjung
Gadang, 5 Agustus 2017, 10.00 WIB
Sumber Gambar: https://ae01.alicdn.com/kf/HTB1RRPVQpXXXXapXVXXq6xXFXXX6/Mode-lychee-Fashion-Israel-Peta-Pendant-Kalung-Rantai-Perhiasan-Pesona-Geometris-Kerah-Travel-Abstrak.jpg_640x640.jpg
Sumber Gambar: https://ae01.alicdn.com/kf/HTB1RRPVQpXXXXapXVXXq6xXFXXX6/Mode-lychee-Fashion-Israel-Peta-Pendant-Kalung-Rantai-Perhiasan-Pesona-Geometris-Kerah-Travel-Abstrak.jpg_640x640.jpg

Tidak ada komentar:
Posting Komentar