Dex Story

“Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis” - Imam Al-Ghazali -

Friendsternya Ade Sanusi

Cerbung Airin, Part 2: Dalam Ingatan


Part 2: Dalam Ingatan


Malam ini Airin terlihat tenang, namun hanya sebatas terlihat. “Pandangku lurus kearahmu... bulan. Kau pasti tahu maksudku, bagian dari pandangan ini,” Airin tidur menatapi langit di teras atas rumahnya.

Tidak akan lama lagi Airin akan menjadi orang yang terlupakan dan melupakan. Dia pernah bergumam tentang menyedihkannya orang yang terlupakan dan kemudian menghilang.

Lama dia menatapi langit ramai tak kosong, hingga keramaian tertutupi oleh gelap oleh pembawa hujan.

“Ah... hujan. Aku akan menerima mu. Hujani aku hingga bagian perih ini hilang. Hujani aku hingga luntur khawatirku,” Airin teriak pelan.

Dari hari ini akan ada cerita penutup bagi Airin, hingga Betas dan Airin tak akan ada lagi dalam tulisan. Kecuali dengan alasan yang coba-coba diciptakan.

“Kau tau kenapa ini akan berakhir?”

Betas datang padanya, pada Airin, lalu menjawab “Karena aku adalah seorang pemuda, yang membawa awal untuk sebuah cerita dan yang meninggalkan untuk mengakhiri. Karena itulah awal sang pengawal.”

Itu bukanlah Betas yang sebenarnya tapi Betas yang menjawab Airin dalam pikirannya.
“Aku masih belum ingin cerita ini berakhir begitu saja, hanya karna dia tak dekat? Kamulah awal sang pengawal lalu kamu yang mengakhiri?” Bentak Airin ditengah hujan.

Airin terus melanjutkan, “Aku senang menerima hujan, Kau tau kenapa? Karena ketika kau menangis, takkan ada yang mengetahui disana. Saat hujan, kau takkan bisa membedakan air mataku dan mana air hujan yang jatuh diwajahku.”

Begitulah malam Airin yang dijawab Betas. Hujan. Ya... ditengah hujan



Bersambung....
Karya: M. Nazwar Ali S

Tidak ada komentar:

Posting Komentar