Part 2: Dalam Ingatan
Malam ini Airin
terlihat tenang, namun hanya sebatas terlihat. “Pandangku lurus kearahmu...
bulan. Kau pasti tahu maksudku, bagian dari pandangan ini,” Airin tidur
menatapi langit di teras atas rumahnya.
Tidak akan lama
lagi Airin akan menjadi orang yang terlupakan dan melupakan. Dia pernah
bergumam tentang menyedihkannya orang yang terlupakan dan kemudian menghilang.
Lama dia
menatapi langit ramai tak kosong, hingga keramaian tertutupi oleh gelap oleh
pembawa hujan.
“Ah... hujan.
Aku akan menerima mu. Hujani aku hingga bagian perih ini hilang. Hujani aku
hingga luntur khawatirku,” Airin teriak pelan.
Dari hari ini
akan ada cerita penutup bagi Airin, hingga Betas dan Airin tak akan ada lagi
dalam tulisan. Kecuali dengan alasan yang coba-coba diciptakan.
“Kau tau kenapa
ini akan berakhir?”
Betas datang
padanya, pada Airin, lalu menjawab “Karena aku adalah seorang pemuda, yang
membawa awal untuk sebuah cerita dan yang meninggalkan untuk mengakhiri. Karena
itulah awal sang pengawal.”
Itu bukanlah
Betas yang sebenarnya tapi Betas yang menjawab Airin dalam pikirannya.
“Aku masih
belum ingin cerita ini berakhir begitu saja, hanya karna dia tak dekat? Kamulah
awal sang pengawal lalu kamu yang mengakhiri?” Bentak Airin ditengah hujan.
Airin terus
melanjutkan, “Aku senang menerima hujan, Kau tau kenapa? Karena ketika kau
menangis, takkan ada yang mengetahui disana. Saat hujan, kau takkan bisa
membedakan air mataku dan mana air hujan yang jatuh diwajahku.”
Begitulah malam
Airin yang dijawab Betas. Hujan. Ya... ditengah hujan
Bersambung....
Karya: M. Nazwar Ali S

Tidak ada komentar:
Posting Komentar