Dex Story

“Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis” - Imam Al-Ghazali -

Friendsternya Ade Sanusi

Cerbung Airin, Part 1: Setelah Lembaran yang Hilang



Part 1: Setelah Lembaran Yang Hilang


Suatu hari Airin berkata pada catatan hariannya, “Aku mengetahui sedikit tentangmu, sangat sedikit. Aku sudah menganggap diriku paham. Sekarang aku seperti melukai diri sendiri. Kamu tak salah Betas, aku menerimamu. Coba melawan hal yang melawan apa yang aku inginkan. Aku menerimamu. Tapi sekuat dan sebanyak aku memberi perkataan tentang keinginanku pada hati ini tetap saja ada setitik node kecil, sangat kecil. Entah mikro atau nano ukurannya namun itu sangat kecil untuk tetap menolak dan merasa kecewa. Iya padamu Betas.”

Saat itu hari dimana Airin mulai mengenal Betas. Dia selalu menyampaikan perasaannya pada buku catatannya.  Tak setiap hari hanya sesekali saja. Termasuk bagaimana harinya dengan Betas.

Dalam catatannya.

Kamu terlalu dalam, terlalu dalam untuk aku selami.

Hingga aku merasa memang benar-benar sangat dalam.

Kamu terlalu luas, lebih luas dari galaksi yang memuat bintang milyaran bintang didalamnya.

Hingga aku benar-benar tak bisa mengikutinya.

Seperti itulah. Kamu berombak bersama pasir-pasir yang ada di gurun.

Sedang aku bukan. Aku pernah mencoba menyamakan namun tetap saja aku mengingkarinya dan akhirnya aku mengakui perbedaan. Kamu tak salah, bagiku tetap sangat berarti.

“Menulislah agar kau tak benar-benar mati.”

Begitu kalimat terakhir di halaman terakhir catatan Airin. Airin lalu duduk di sudut jendela kamarnya. Menikmati angin sayu yang meyapu membawa debu kewajahnya. “Lebih menyenangkan seperti ini, namun Betas tetap disana.”


Bersambung...
Karya: M. Nazwar Ali S

Tidak ada komentar:

Posting Komentar